A Letter from Me to You (2)
Banyak hal yang ingin aku ceritakan,
Hal hal yang ingin aku ketahui.
Tapi aku tidak bisa tahu.
Tidak bisa cerita lagi.
Mungkin dengan menuliskan ini bisa membuatku sedikit lega.
Dear you,
Mungkin memang semua salahku juga sampai akhirnya tidak bisa membuatmu mempertahankanku.
Mungkin aku tidak sepantas wanitamu yang sekarang, yang akan jadi teman hidupmu.
Tapi saat kamu memilih untuk mengakhiri saja, saat itu pula hatiku benar2 tulus ingin hidup bersamamu.
Namun perasaan yg ada padamu juga berbeda, akupun tidak bisa memaksa.
Mungkin apa yang wanitamu punya saat ini adalah cerminan wanita yang kamu idamkan daridulu bahkan saat masih bersamaku.
Aku mungkin membuatmu malu dan tidak bisa dibanggakan ke orang lain.
Karena memang aku hanya punya perasaanku buatmu.
Mungkin dari awal memang kita tidak cocok dan hanya dicocok2in aja.
Tapi aku tidak pernah menyadari itu.
Ku pikir ini semua akan happy ending.
Ku pikir ini semua akan bertahan lebih dari 5 tahun seperti yang pernah kamu bilang.
Tapi memang benar people changes.
Karena Allah yang maha membolak balikkan hati manusia.
Aku hanya bisa mengikuti segala benang merah yang telah dibuat.
Dulu ketika kamu berangkat, aku selalu takut kamu akan lupa dan pergi. Tapi aku berusaha percaya.
Tapi yang aku takutkan benar terjadi.
Pada saat semuanya berakhir aku hanya ingin kamu menjelaskan semua.
Apa yang membuatmu berubah pikiran?
Apa memang aku tidak pantas buat kamu?
Kenapa tidak ada solusi yang lebih baik selain mengakhiri ini semua?
Apakah apa yang sudah kita lewati tidak berarti sama sekali buatmu?
Apa memang kamu tidak peduli lagi dengan perasaanku?
Mungkin memang karena perasaanmu sudah dipenuhi wanitamu yang baru.
Yang lebih segalanya.
Sehingga kamu tidak mau melewatkannya.
Dan lebih baik melepaskanku yang tidak ada apa2nya.
Kalau kamu tanya apakah saat ini aku bahagia?
Aku berusaha.
Berusaha bahagia dengan diriku.
Berusaha tetap hidup karena hidupku tetap harus dijalani.
Mungkin kamu membantuku untuk lebih dewasa lagi.
Aku berusaha bersepakat dengan diriku sendiri.
Kamu pun seharusnya sudah semakin dewasa sekarang.
Sudah semakin tahu apa yang kamu mau,
Apa yang kamu butuhkan untuk hidupmu,
Siapa yang layak untuk ada dihidupmu.
Aku berharap wanitamu bisa punya perasaan yang melebihi perasaanku.
Bisa benar2 sepenuhnya menggantikanku dengan segala kelebihan yang dia punya.
Sehingga bisa memberikan kebahagiaan yang belum pernah kamu rasakan.
Jangan perlakukan dia seperti kamu memperlakukanku.
Ya mungkin tanpa aku bilang begitu juga dia lebih pantas untuk tidak kamu sakiti sepertiku.
Sincerely yours,
The one who used to be your dream.
Komentar
Posting Komentar