Back up? A Maybe?

Masih dalam rangka merasa dikhianati (lagi) karena ternyata dijadikan second option oleh orang yang kelihatannya bisa memegang janji dan menepatinya.

Selain drama sakit-sakitnya ditinggal, ada lagi drama komentar orang-orang.
Banyak mendengar "Sabar ya" atau "Emang dasar lelaki brengsek", ada segelintir yang juga bicara mengenai:

"Kamu sih satu doang bukannya punya back up biar kalo ditinggal gak bingung"

Wow, aku terbengong-bengong mendengarnya.
Kalau ditelisik lagi sih, kejadian pengkhianatan yang aku alami juga kurang lebih karena dia punya 2 pilihan dan in the end he just doesn't choose me.

Tapi, apa bener semua orang melakukan itu ketika masih bisa memilih?
Apakah memang harus mendekati banyak orang dalam 1 waktu?
Bukankah itu sangat egois?
Apalagi ketika untuk menyudahi mendekati hanya dengan menghilang dan tak memberi kabar lagi.
Mungkin bisa ku sebut itu melebihi egois.

Memang hidup itu perkara memilih.
Tapi ada baiknya untuk mengurangi keegoisan dalam diri.
Selalu ingat yang kamu lakukan ke orang lain itu kemungkinan besar akan kamu alami juga.

Memilih memang sudah seharusnya,
Namun jangan sampai ada hati yang tak rela apalagi tak terima.




Komentar